Kamis, 13 Januari 2011

Kekosongan Pikiran Dan Menyelami Diri Untuk Melihat Semesta

Kembali lagi aku menulis di Catatan saya, hemph... lama juga ya...
Sebenarnya sih tidak ada sedikitpun ide untuk menulis di tengah kesibukan menyelesaikan TA ku...
Ya mudah – mudahan apa yang aku tulis ini dapat berguna
Pertanyaan yang dianggap sangat simple akan tetapi bisa membuat aku pribadi berpikir panjang. Bahkan sehabis percakapan-pun hal itu masih aku renungkan. Asal tidak membuat pribadiku stress (yakin??).
Banyak sekali, hal-hal di dunia ini yang tidak dapat di jawab oleh akal sehat berukuran 100.000.000.000.000 terabyte sekalipun, wajar juga sih, harusnya manusia mempunyai kemampuan dan memori otak yang unlimited (kayak modem baruku aja) baru bisa menyelesaikan pergumulan dalam hati.
1. Apakah ada kehidupan di luar planet bumi ini?
Saya sendiri sampai saat ini belum mengerti akan hal itu, mari kita telaah statment pertanyaan tersebut. Alam jagad raya kita ini sangat luas, betul ??? Betul (jawaban serentak), seluas apa (pertanyaan tambahan)....
Begini:
· Bumi kita terletak di sebuah orbit di dalam Tata Surya (solar system) yang bernama SUN/SOL
· Matahari yang kita lihat adalah bintang, dan setiap bintang akan membentuk rasi bintang yang dapat kita kenal menjadi 12 nama Zodiak (disekitar ekliptika), padahal di Bima sakti sendiri ada beribu-ribu Rasi Bintang (Konstalasi)
· Terdapat 200-400 milyar bintang yang terdapat pada Galaksi Bima Sakti (Milky Ways) yang berputar mengelilingi pusat galaksi yaitu Alcione (terdapat di Sagitarius B)
· Berjuta-juta Galaksi di alam semesta ini berkumpul membentuk Minor Sector (Yang juga berputar harmonis mengelilingi pusatnya)
· Dan Beribu-ribu Minor sector akan membentuk Mayor Sector
· Dan Beratus-ratus Mayor sector akan membentuk Super Universe
· Dan Berpuluh-puluh Super Universe (koreki boleh) akan mmbentuk Grand Universe yang sampai saat ini terus berkembang.
Jika demikian, ada berapa peluang/ kemungkinan adanya kebidupan di luar planet bumi??
9 x 400 M x 1 jt x 1000 x 100 x 10 x tak terhingga = tak terhingga
Peluang adanya kehidupan adalah SANGAT BERPELUANG
Karena:
a. Menilik adanya kemungkinan planet yang bersuhu, berjarak, dan berkondisi mirip dengan bumi (Tera, Urantia, Gaia)
b. Apakah setiap kehidupan mutlak harus menggunakan Oksigen sebagai unsur respirasi? Aku rasa tidak juga. Jika di bumi saja terdapat tumbuhan penghasil nitrogen maka tidak lah susah untuk di bayangkan bahwa di planet luar sana, tumbuhan tidaklah menghasilkan oksigen pada saat fotosintesis. Bahkan Jamur (fungi) tidak memerlukan fotosintesis dalam hidupnya, beberapa algae (ganggang) dan tumbuhan2 lain yang dapat bertahan di lingkungan dengan atmosfera bukan ozon (O3)
c. Bagaimana dengan hewan, apakah mungkin terdapat hewan yang mampu bertahan hidup di lingkungan tanpa ada oksigen dan juga ozon (pemfilter radiasi bintang), jawabnya ? ADA !!!
· Tardigrades (dikenal dengan Water Bears) merupakan bagian dari supefilum Ecdysozoa, filum Tardigrada . Ukurannya sangat kecil, hidup di air, dengan kaki berjumlah delapan. Dapat hidup di ruang hampa udara.
· Cacing yang dapat hidup di lapisan es metana, contoh satelit Titan (Saturnus)
· Cacing Raksasa pemakan belerang
· Bakteri pengurai logam besi
· Bahkan terdapat bakteri yang mampu menyusun DNA-nya sendiri ketika hancur (D. Radiodurans)
· Klik di sini untuk sumbernya (ENIGMA)
d. Saat SD kelas III kita sudah sering di beri pelajaran mengenai Adaptasi, oleh karena itu adalah kemampuan yang diberikan oleh Sang Creator aga makhluk hidup dapat bertahan hidup meskipun lingkungan tersebut tidak menguntungkan bagi dia. Hal itu dapat kita lihat dari daur hidup makhluk transorganisme (Virus), jika kondisi tidak menguntungkan virus akan membentuk kapsid dan mengamankan DNA-nya. Dan pada saat kondisi memungkinkan dia akan mereplika diri (reproduksi ala virus) dalam tubuh inangnya.
2. Apakah ada kehidupan Makhluk berintelektual di luar bumi?
Lagi-lagi saya menjawab: saya juga tidak tahu...
Jika pertanyaannya diganti apakah mungkin ada? Dan saya jawab, kemungkinan itu pasti ada.. Nothing is impossible on our universe.
Bukan berarti saya penganut Darwin-isme atau Pasteur-isme. Evolusi, kata-kata ini sungguh ajaib di dengarkan, dan hal ini tidaklah salah. Saling bersambung dengan adanya adaptasi menuju kesempurnaan hayati. Meskipun Evolusi banyak mendapatkan sanggahan dan kecaman, akan tetapi topik ini sangat aik untuk di telaah akan kebenarannya.
Right !!!
Kali ini saya akan membahas mengenai hal tersebut. Pasti kalian semua sudah pernah dengar bukan bahwa segala sesuatu yang ada di jagad raya kita ini mengalami evolusi? Iya (serentak menjawab), bagus (balasku).
a. Terbentuknya Alam semesta Raya
Teori yang paling terkenal adalah Asap Nebula dan Big-Bang
Di tambah dengan teori sungularitas (adalah teori yang mengatakan bahwa pada suatu skala keppler, sesuatu mengalami perubahan yang tadinya tidak ada menjadi ada, baik itu rung, waktu dan terutama energi) Lho kok menyalahi aturan Kekekalan Energi?? (tentu saja tidak)...
Teori Singularitas
Mari kita tengok Kekekalan Energi, Energi tidak bisa diciptakan, Energi tidak bisa dimusnahkan, hanya bisa berubah bentuk saja. (Great !!!!)
Pada awalnya adalah energi, dan energi ada bersama-sama aktif dalam pembentukan, jadi dengan kata lain, material yang bernama “anti materi” (bingung nah loe) itu juga memiliki energi yang juga kekal.
Yups.... Anti-materi yang di kenal dengan Dark metter (di ruang hampa udara) melakukan perpindahan energinya, yang awalnya statik menjadi dinamik, terus berputas pada porosnya dengan kecepatan yang semakin tinggi. Dengan kata lain anti materi akan berupaya meruba posisinya menjadi ber-materi...(nangkep??)
Upaya keras inilah menghasilkan medan magnet pada initinya, gerakan anti materi yang saling bersinggungan membentuk partikel energi, sehingga mulailah ada panas, panas menghasilkan asap (kabut) yang bernama Nebula.
Teori Nebula
Kabut-kabut nebula dengan skala maha buesssaaaaarrrrr, mengelilingi pusat alam semesta raya, semakin berputar dan mendapati kedudukan yang stabil. Antar partikelnya saling tarik menarik dan berkumpul membentuk bentuk yang stabil (bulat), material semakin padat dan semakin padat dalam tempo waktu yang sangat panjang (bagaimana bisa ada waktu, matahari aja belum nongol)
Pada suatu saat, bulatan bulatan yang mengumpul terperangkap pada medan magnet sehingga terbentuklah orbit.
Sehingga semesta raya mulai terbentuk dan diisi oleh bola-bola langit, yang dikenal dengan bintang, planet, komet, planetesimal, bahkan ada juga anomali anti materi yang bernama black hole.
b. Terbentuknya Planet berkehidupan paling primitive (Bumi)
Keadaan bulatan langit nomor III di tata surya Matahari ini, masih belum stabil. Materi yang terbentuk masih sangat panas. Atmosfera belum terbentuk, magma panas masih mengalir di permukaan daratan. Bumi masih sangat panas. Seiring dengan perkembangannya, magma panas ini mulai mendingin dengan diiringi keluarnya asap yang mengandung Hidrogen dan Oksigen serta gas-gas lain dari permukaan bumi. Asap yang keluar terperangkap oleh medan magnet bumi (gravitasi) sehingga tidak dapat terbebas ke alam semesta. Asap tersebut menyusun tudung bumi, menjadi berlapis-lapis yang dinamakan Atmosfera, dengan tingkat lapisannya Troposfera,Stratosfera, Mesosfera, Thermosfera, dan Eksosfera. Proses Kondensasi (pendinginan di atmosfera) yang terjadi membuat senyawa H2O berubah wujud menjadi cair, oleh karena masa yang sangat besar, sehingga mengalami Presipitasi (curahan). Hujan yang terjadi membanjiri daratan bumi, dan membuat suhu bumi lebih dingin. Kerak yang terbentuk daripada magma menjadi berlapis-lapis yang dinamakan Litosfera, yang terdiri dari dua jenis yaitu Lempeng Benua dan Lempeng Samudra.
Bagian yang cekung dan terendam air hujan beserta material Na+Cl dinamakan Laut, dan yang terkepung di daratan di sebut dengan danau, sungai , air tanah yang kesemuanya itu bernama Hidrosfera.
Setelah nya maka mulailah tercipta Biosfera. Evolusi makhluk hidup mulai terbentuk seiring perkembangan bumi. Di suatu kolam yang sangat kaya nutrisi kehidupan (terutama kaldu asam amino, mineral organik dari proses anorganik), terjadilah fenomena yang sangat diluar nalar. Komal Nutrisi tersambar petis dahsyat, yang memberikan energi elektris pada kolam tersebut. (kolam ini berskala luas, mungkin laut)
Hal itu menyebabkan adanya gaya tarik-menarik antar unsur di dalamnya, yaitu Carbon, Natrium, Hidrogen, Calsium dan sebagainya. Sehingga terbentuklah materi kehidupan yang dikenal dengan nama DNA
Mungkin awal kehidupan itu dumiali dari virus kale ye??
DNA melakukan perkembangan dengan cara menghisap nutrisi yang ada di sekitarnya, yang lama kelamaan membentuk membrane pelindung DNA. Oleh karena diperlukan adanya sumber energi diri, DNA melakukan perkembangan menjadi RNA. RNA dan DNA melakukan perkembangannya membentuk organela sel, seperti, inti sel (berisi kromosom yaitu pelindung DNA dan RNA, sitoplasma, sentriol (pada DNA), ribosom, , mikrotubulus, mikrofilamen,mitokondria, lisosom, plastida (pada RNA, kloroplas, kromolpas, Leukoplas), dan vakuola. Terciptalah makhluk tingkat bawah, orgabisme seluler. Organisme sluler pembawa RNA, terdampat di daratan, dan menikmati zat hara yang ada di lapisan Litosfera, dan mulailah tercipta tumbuhan perintis (lumut, algae, tumbuhan paku, dan akhirnya berbatang kayu), organisme seluler menggandakan selnya.
Sedangkan organisme seluler yang masih dapat hidup di air, semakin berkembang biak menumbuhkan alat gerak, seperti flagela, cillia. Di tahap ini muncullah organisme Protozoa (bersel satu, flagelata, ciliatta), setial perkembangannya organisme menggandakan selnya, sehingga menjadi organisme multiseluler. Dan munculah kehidupan invertebrata (makhluk hidup tak bertulang belakang). Yaitu: Protozoa, Porifera, Platyhelmintes, Nemathelmintes, Annelida, Arthropoda, Coelenterata, Echinodermata, Mollusca.
Perkembangan mengarah ke pada alat gerak organisme, yaitu sirip. Samudra raya dipenuhi oleh kehidupan ikan (pisces) dan berlanjut pada ikan yang naik ke darat dan dapat hidup di dua alam. Bumi memasuki kehidupan Amphibia (bangsa katak). Oleh karena iklim bumi tidak menentu, maka kulit yang berlendir megalami perkembangan ke arah sisik, yang memungkinkan dapat hidup di darat lebih lama, bumi memasuki zaman reptilia, dan disini tumbuhan hijau sebagai makanan utama masih sangat berlimpah. Hal itu menyebabkan pertumbuhan reptil menjadi berkali-kali lebih besar. Bumi kini memasuki zaman Dinosaurus (Reptil Raksasa).
Beberapa reptil kecil, mengalami perkembangan oleh karena adaptasi dari predator, yaitu menumbuhkan bulu pada sisik-sisiknya, dan saat itu bumi memasuki zaman burung (Aves), dan beberapa ampbibia yang lain menumbuhkan rambut-rambut pada tubunhnya, yang kemudian berevolusi menjadi mamalia.
Dari mamalia inilah, mulai berkembang adanya primata (organisme berpikiran), dan kemudian berkembang menjadi makhluk-makhluk homo yang dikenal yaitu Homo sapiens.
Dan menurut Darwin manusia berasal dari kera...(aku sih gag mau disamain ma kera)
Jadi menurutku, kemungkinan kayak yang terjadi dubumi ini, sangatlah mungkin terjadi di planet-planet lain. Dan mungkin juga akan ada makhluk luar planet yang berintelektual seperti manusia bumi.
Seperti: Martian (ETI dari Mars), Venesian ( ETI dari Venus), Ummo (ETI dari saturnus) dan banyak lagi....
Alam semesta tak terbatas besarnya, dan tidak terselami rahasianya. Renungkanlah dengan hatimu, dan resapilah dengan akal pikiranmu.
by: Yonatha Alfa
Percakapan sehari-hari

Tidak ada komentar:

Posting Komentar