Kemunafikan, iya kemunafikan kata-kata itu yang saat ini membelenggu pikiranku yang sudah sangat sempit. Betapa tidak, kehidupan ini begitu penuh tipu muslihat. Antara yang benar dan yang salah tidak dapat dibedakan dengan mudah, tidak semudah menumpahkan air dari daun keladi.
Perdebatan demi perdebatan, percakapan yang dilakukan di pinggiran jalan, hanya untuk mengungkap busuknya bangkai yang ditutupi oleh balutan kapur barus. Sungguh tidaklah mudah. Liat-nya perdebatan dikala itu membuatku kehilangan kendali, bahkan nilai diri hampir ku gadaikan demi mengaku kalah pada sang waktu.. mungkin saat itu aku kalah (mengalah untuk menang, dan aku tidak membiarkan orang lain terjungkal jatuh)