Jumat, 28 Januari 2011

Kesesatan terbesarku adalah hidup dalam dunia yang sesat


Kemunafikan, iya kemunafikan kata-kata itu yang saat ini membelenggu pikiranku yang sudah sangat sempit. Betapa tidak, kehidupan ini begitu penuh tipu muslihat. Antara yang benar dan yang salah tidak dapat dibedakan dengan mudah, tidak semudah menumpahkan air dari daun keladi.
Perdebatan demi perdebatan, percakapan yang dilakukan di pinggiran jalan, hanya untuk mengungkap busuknya bangkai yang ditutupi oleh balutan kapur barus. Sungguh tidaklah mudah. Liat-nya perdebatan dikala itu membuatku kehilangan kendali, bahkan nilai diri hampir ku gadaikan demi mengaku kalah pada sang waktu.. mungkin saat itu aku kalah (mengalah untuk menang, dan aku tidak membiarkan orang lain terjungkal jatuh)

Kamis, 13 Januari 2011

Kekosongan Pikiran Dan Menyelami Diri Untuk Melihat Semesta

Kembali lagi aku menulis di Catatan saya, hemph... lama juga ya...
Sebenarnya sih tidak ada sedikitpun ide untuk menulis di tengah kesibukan menyelesaikan TA ku...
Ya mudah – mudahan apa yang aku tulis ini dapat berguna
Pertanyaan yang dianggap sangat simple akan tetapi bisa membuat aku pribadi berpikir panjang. Bahkan sehabis percakapan-pun hal itu masih aku renungkan. Asal tidak membuat pribadiku stress (yakin??).
Banyak sekali, hal-hal di dunia ini yang tidak dapat di jawab oleh akal sehat berukuran 100.000.000.000.000 terabyte sekalipun, wajar juga sih, harusnya manusia mempunyai kemampuan dan memori otak yang unlimited (kayak modem baruku aja) baru bisa menyelesaikan pergumulan dalam hati.